Mantri Kampung Bicara Soal Komunikasi
Saturday, December 30, 2006
Komunikasi Efektive
Kajian Dr Stanley dalam buku best-seller “The Millionaires Mind” menunjukkan bahawa cara terbaik untuk mengumpul harta adalah dengan mengumpulkan ilmu. Cara terbaik mengumpulkan ilmu adalah dengan mendapatkan ilmu dari pakar bidang masing-masing.

Saya menyebut tentang "Secret Weapon" yaitu - “Pakar Komunikasi” yang membantu dalam memecahkan satu kelemahan utama (tidak confident untuk berbicara, malu, segan dan lain sebagainya).

Ilmu komunikasi adalah kunci dalam setiap pembicaraan. Dengan teknik komunikasi yang efektif, ini membawa pembicaraan anda ke peringkat yang lebih tinggi seperti dimana anda sendiri tidak dapat menduga.

Membangun Komunikasi Efektif

ADA cerita menarik dari Stephen Covey - penulis buku Seven Habits - ketika hendak mengubah kebiasaan anaknya yang selalu menghabiskan waktu di depan televisi. Ia mengatakan, "Saya tahu pasti apa yang akan terjadi bila saya memberi batasan pada mereka: teriakkan tidak puas, keluhan, dan gejala penarikan diri yang kasar".
Apa yang ia lakukan? Covey mengajak mereka untuk berkumpul dan mendiskusikan banyak hal tentang televisi. Setelah semuanya paham tentang apa dan bagaimana televisi tersebut, ia kemudian memberi penekanan terhadap dampak buruk bila terlalu banyak nonton. Ia pun mengutip sebuah penyataan dari Alexander Pope tentang kemaksiatan:
Kemaksiatan adalah monster yang sangat menakutkan,Untuk dibenci bukan untuk dilihat,Namun dilihat terlalu sering, kenal dengan wajahnya, mulanya kita tegar, lantas iba, kemudian merangkulnya.
Di akhir pembicaraan, Stephan Covey mengungkapkan bahwa usahanya tersebut berhasil dengan suatu keputusan bahwa semua anggota keluarga akan membatasi diri dalam menonton televisi; hanya satu jam setiap hari. Semua senang dan tidak ada yang melanggar, karena telah menjadi keputusan bersama.

KISAH di atas memberi gambaran kepada kita bahwa komunikasi yang efektif adalah satu hal yang sangat penting. Tentu sangat masuk akal, karena hampir 80 % waktu kita digunakan untuk berkomunikasi. Baik tidaknya sebuah kita, sangat dipengaruhi baik tidaknya komunikasi yang ada di dalamnya.
Komunikasi tidak terbatas "hanya" pada penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain saja. Ada hal mendasar yang harus ada agar komunikasi berjalan lancar, yaitu kepercayaan. Sebagus apapun materi komunikasi, bila tidak dilandasi kepercayaan, maka komunikasi akan menjadi sulit dan tidak efektif.
Kunci komunikasi adalah kepercayaan, dan kunci kepercayaan adalah layak dipercaya. Nah, di sini integritas diri memainkan peranan penting. Integritas adalah fondasi utama untuk membangun komunikasi yang efektif. Integritas diri menggambarkan kesesuaian antara kelakuan dengan apa yang dikatakan. Di dalamnya terkandung pula unsur kejujuran.

BICARA masalah komunikasi, tentu peran kita menjadi sangat penting. Kualitas komunikasi sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kita berkomunikasi kepada lawan bicaranya. Komunikasi akan sukses apabila kita memiliki kredibilitas di mata orang lain. Begitu pula jika komunikasi suami istri akan efektif bila keduanya telah saling percaya.

Bagaimana caranya agar komunikasi di bisa efektif? Ada lima hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Respek

Komunikasi harus diawali dengan saling menghargai. Adanya penghargaan biasanya akan menimbulkan kesan serupa (feedback) dari si penerima pesan. Orang akan sukses berkomunikasi dengan bila ia melakukannya dengan penuh respek. Bila ini dilakukan maka lawan bicara pun akan melakukan hal yang sama ketika berkomunikasi dengan kita atau orang di sekitanya.

2. Empati

Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri kita pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang lain. Syarat utama dari sikap empati adalah kemampuan untuk mendengar dan mengerti orang lain, sebelum didengar dan dimengerti orang lain.

Orang yang baik tidak akan menuntut untuk mengerti keinginannya, tapi ia akan berusaha memahami kawan bicaranya atau pasangannya terlebih dulu. Ia akan membuka dialog dengan mereka, mendengar keluhan dan harapannya.

Mendengarkan di sini tidak hanya melibatkan indra saja, tapi melibatkan pula mata hati dan perasaan. Cara seperti ini dapat memunculkan rasa saling percaya dan keterbukaan dalam berkomunikasi.

3. Audibel

Audibel berarti "dapat didengarkan" atau bisa dimengerti dengan baik. Sebuah pesan harus dapat disampaikan dengan cara atau sikap yang bisa diterima oleh si penerima pesan. Raut muka yang cerah, bahasa tubuh yang baik, kata-kata yang sopan, atau cara menunjuk, termasuk ke dalam komunikasi yang audibel ini.

4. Jelas

Pesan yang disampaikan harus jelas maknanya dan tidak menimbulkan banyak pemahaman, selain harus terbuka dan transparan. Ketika berkomunikasi dengan anak, orangtua harus berusaha agar pesan yang disampaikan bisa jelas maknanya. Salah satu caranya adalah berbicara sesuai bahasa yang mereka pahami (melihat tingkatan usia).

5. Rendah Hati

Sikap rendah hati mengandung makna saling menghargai, tidak memandang rendah, lemah lembut, sopan, dan penuh pengendalian diri. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kelembutan itu apabila ada pada sesuatu ia akan memperindahnya, dan apabila ia tercerabut dari sesuatu akan tercelalah ia". (By Eko/Abu Muhammad)



 
posted by Eko Priyanto @ 10:03 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Biar Orang Kampung tapi Kemapuan bicara Tidak Kampungan maka jangan sepelakan orang kampung
Previous Post
Archives
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

Links
Link Loggo

lowongan kerja pekerjaan sambilan Free Blogger Templates
Blogger Indonesia
BLOGGER